Fungsi dan tujuan Muhammadiyah sebagai tempat perkaderanjawab.
Pertanyaan :
Fungsi dan tujuan Muhammadiyah sebagai tempat perkaderanjawab.
Jawaban:
Tujuan Muhammadiyah, kemudian diimplementasikan dalam bentuk proses perkaderan dalam lingkup persyarikatan. Perkaderan adalah proses pembentukan secara terstruktur dalam organisasi. Hasil dari perkaderan disebut sebagai kader. Kader dalam bahasa perancis disebut sebagai les cadre yang berarti anggota inti yang menjadi bagian terpilih dalam lingkup dan lingkungan Pimpinan serta membantu kepemimpinan. Kader inilah yang kemudian menjadi anak panah Muhammadiyah dalam mengemban misi dakwah.
Penjelasan:
Pada awal berdirinya Muhammadiyah dianggap sebagai sebuah aliran kepercayaan baru yang tidak sejalan dengan garis utama Islam. Sebutan Kiyai kafir dan kristen alus merupakan sebutan yang melekat pada aktifis-aktifis Muhammadiyah generasi awal. keberadaan Muhammadiyah sebagai gerakan kemodernan merupakan anti thesa dari gerakan Islam tradisional yang sudah mapan ditengah-tengah masyarakat. Pada saat ini, peran Muhammadiyah sebagai gerakan sosial dianggap terlalu melangit atau elitis sehingga terkadang kehadiran kader Muhammadiyah sebagai agen perubahan mengalahkan para salafis yang lebih menyentuh bawah kelas. Sehingga peran sosial Muhammadiyah seolah-olah tampak dan tidak menyentuh lapisan bawah. Padahal pada sisi kesejarahan Muhammadiyah adalah gerakan sosial kemasyarakatan, yang kemudian berkembang dan berubah menjadi gerakat “elit” atau terlihat lagi sosial kemasyarakatannya. Sebagai gerakan islam modern, Muhammadiyah dituding sebagai anti budaya, dengan mematikan atau membid'ahkan seluruh aktifitas budaya masyarakat dengan dalih purifikasi dan pemberantasan Tahayul, Bid'ah, dan Khurafat. Kuntowijoyo, menuliskan dalam ”Islam tanpa Mitos” dan “Muslim tanpa Mesjid” bahwa Muhammadiyah bukan gerakan anti budaya tapi gerakan yang menawarkan kebudayaan baru.
Posting Komentar untuk "Fungsi dan tujuan Muhammadiyah sebagai tempat perkaderanjawab."